Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Monday, March 7, 2016

What does make me ..

Hai. Ini mungkin malam kesekian yang mana aku sedang mengalami yang namanya "jatuh". Seperti biasa, ketika sedang merasa seperti ini, aku sharing ketemanku, Andaru. Sebelum aku sharing, ritual yang aku lakukan adalah marah-marah. Ya, memarahi dia. Alhamdulillah dia masih sabar menerima ocehan dan marah ku. 

Ok, disini aku tidak sedang menceritakan tentang sharing-ku ke Andaru, tapi aku disini mau menuliskan apa yang ada dipikiran dan hatiku. Agak sulit sebenarnya aku mau menulis karena fase dimana kau merasa sangat "jatuh" sudah berlalu beberapa jam yang lalu. Disini aku ingin bercerita tentang bagaimana aku bisa merasakan hal tersebut.

Memiliki orang tua yang begitu dikenal, pemimpin sukses, dan bisa membuat perubahan sangat bangga untuk dijadikan contoh dan ditiru. Memiliki teman dekat yang baik, cerdas dan pintar, dan bisa mendorong teman dekat lainnya ke arah yang baik merupakan hal yang sangat menguntungkan dan patut untuk dipertahankan. Terlibat dalam komunitas yang di dalamnya bertemu dengan para mentor yang sukses dibidangnya dan anggota komunitas yang pintar, wah sangat menginspirasi dan mendorong diri untuk visioner sukses dikemudian hari. 

Aku senang. Sangat bersyukur bisa hadir dilingkungan yang positif dan dikelilingi oleh orang yang cerdas, menginspirasi, sukses, dan sebagian dari mereka memberikan kontribusi nyata kepada orang banyak. Lalu salahnya dimana?

Tidak tahu kenapa, di sisi lain aku merasa sangat senang dan beruntung tapi di sisi lain aku malah menjadi orang yang menuntut diri agar bisa seperti mereka. Benar, aku benar-benar bersyukur karena mereka begitu menginspirasi sehingga aku memiliki visi hidup ingin menginspirasi banyak orang dengan perjalanan karirku yang begitu baik dan membawa perubahan bagi perusahaan serta orang banyak, tetapi ini menyiksa batinku sendiri. Awalnya aku menuntut diriku untuk bisa bersaing dengan teman-temanku, lalu aku kembali menuntut diriku bahwa aku bisa seperti Papa dan mentor-mentor di komunitas dan bahkan aku menuntut diriku melebihi mereka. Aku menuntut diriku bahwa aku harus berkarir untuk menyaingi mereka, tapi disamping memiliki ambisi yang tinggi aku juga memiliki rasa ketidakpercayaan diri yang tinggi. Aku sering merasa "apa sih kelebihan kamu? Pintar juga nggak. Bisa membaur dengan orang banyak juga nggak. Punya segudang networking juga nggak. Jago bahasa inggris juga nggak. Cantik langsing juga nggak. dst dst dst....". Itu terus terus dan terus sehingga aku malah menyalahkan diriku sendiri. Aku yang nggak bisa ini aku yang nggak bisa itu aku yang nggak menarik.

Perasaan minder dan terus-menerus menyalahkan diri membuatku menjadi manusia pengeluh. "Pantas aja nggak keterima kerja, aku kan bodoh. Kebanyakan aku bisa sampai tahap interview sebelumnya tanpa melewati pengiriman CV. Coba lihat semua CV yang aku kirim? Nggak ada kan yang lolos?" "Tuh bener kan gara-gara aku gendut makanya aku nggak lolos medical check up. Susah banget sih buat kurus. Olahraga udah. Makan juga nggak seabrek kayak dulu. Makan nasi juga udah nggak. Emang dasarannya aja fisikku jelek.". Pikiran itulah yang cukup sering terngiang di kepala. Aku sampai merasa tidak adil melihat orang yang sekali dua kali naruh lamaran langsung mendapat pekerjaan sedangkan aku sudah puluhan lamaran tidak juga ada yang menawarkan. Hal tersebut yang membuat aku sedih dan semakin "jatuh".

Sampai pada akhirnya malam ini. Malam dimana aku sharing ke Andaru. Apa aku sebegitu jeleknya? Apa aku sebegitu rendah kualitasnya?

"Lihat orang-orang sukses disana. Nggak ada yang mudah awalnya, gendut." Itulah yang dia ucapkan ketika aku sedang menangis terisak dan terus menerus menyalahkan diriku.

"Cobalah berpikiran positif. Mungkin saja kalau kamu dapat pekerjaan sekarang kamu akan jadi manusis yang sombong."
"Jadi maksud kamu aku ini selamanya akan jadi manusia sombong? Dina si manusia sombong." 
"Bukan, gendut. Aku minta kamu untuk sabar."
"Bagaimana caranya aku sabar? Jadi aku harus diam saja? Iya?"
"Apa visi kamu harus melalui jadi wanita karir? Kamu bisa ikut training di John Robert Power, terus kamu bisa les bahasa inggris. Katanya kamu mau sekolah keluar negeri? Mana blog kamu? Masih aktif nggak? Kenapa kamu nggak menulis lagi?"
"Aku nggak pede dengan tulisanku. Tulisanku jelek, nggak bermakna"
"Apa peduli orang? Kenapa peduli orang lain?"

Dari situ aku diam. Kalau ingin menginspirasi banyak orang tidak selalu melalui karir. Tidak selalu harus bekerja di perusahaan. Aku bisa menginspirasi banyak orang, aku bisa sukses, aku bisa maju dengan cara yang berbeda. Buat apa aku bersedih? Yang bisa dilakukan dari seorang Dina adalah kemauan untuk berubah dengan cara yang lain dan mau bergerak untuk berubah. Allah akan memberikan rezeki sesuai usaha yang dikerjakan umat-Nya dan Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan kadar kemampuan umat-Nya.

Jadi, tidak boleh merasa iri dengan orang lain. Berhentilah bersaing di dunia, tapi bersainglah untuk akhirat. Sekarang aku harus semangat, kalau tidak dapat bekerjaan di perusahaan aku harus berubah dengan cara ikut kelas-kelas pengembangan skill, kursus bahasa inggris, membaca biografi orang sukses di Indonesia dan coba untuk membangun networking dengan mereka.

Semangat.....

Saturday, October 31, 2015

Surat Untuk Andaru

Setiap manusia nggak ada yang sempurna. Mana ada manusia semuanya bagus. Begitu juga dengan manusia yang bernama Andaru. Iya kamu! Ntah kamu lagi baca ini apa nggak, terserah aku juga males kalo share sesuatu juga nggak pernah kamu gubris. Nggak pernah ada bahasan dari kamu. 

Kita sering ngobrol tentang "apa sih yang kamu suka dari aku?" "apa sih bagusnya aku di mata kamu?". Sering kali aku menjawab "nggak ada. Kamu jelek semua". Iya, bener banget. Kamu orangnya nggak pernah bisa nurut sama aku. Harusnya kamu itu nurut, selagi aku masih ngomong hal yang positif tentang kamu, buat kamu, untuk kebaikan kamu, harusnya kamu nurut! Selain itu kamu orangnya juga nggak peka. Suka nggak bisa menyadari ekspresi aku ini tandanya apa, kalo aku udah ngomongnya begini tandanya apa. Kamu suka sotoy, bilangnya "halah, aku tau kamu ndut", tapi faktanya suka kebanyakan kamu nggak tau.

Nggak mau nurut, nggak peka, kamu juga kalo dimarahin suka marahin balik! Berkali-kali aku bilang kalo yang 1 udah panas jangan makin dipanasin. Apa salahnya coba diam dan mengalah. Nah, ini nih satu lagi, kamu masih suka berpikir orang yang diam, mendengarkan, dan mengalah itu mencirikan orang yang pasrah dan goblok. Padahal dengan kamu bersikap demikian, aku merasa kalah, ternyata kamu menyikapi aku yang lagi cococowet eh kamu bisa menyikapinya dengan dewasa, tenang, dan penuh pengendalian diri. Terus kalo udah sama-sama marah, kamunya yang sok-sokan diam, terus sok-sokan mikir, sok-sokan ngaku kalo kamu ngerasa kesel sama diri sendiri. Aku nggak butuh yang kayak gitu, ruk! Kamu juga orangnya nggak rapi dan nggak terorganisir. BERANTAKAN! Selain itu kamu juga orangnya suka nggak nepatin janji, doyan berjanji tapi nggak pernah mau tepati. Ayo inget! Apa aja yang udah kamu janjiin ke aku?! Pokoknya aku bete berat, kesel banget kalo kamu udah kayak gitu.
Yah meskipun kamu orangnya suka kurang peduli, suka lupa sama aku, nggak perhatian sama aku, nggak selalu ada disaat aku butuh dan sedih, tapi aku ngerasa bahagia. Kamu adalah orang tersabar dalam menghadapi aku yang pernah aku temui. Meskipun aku selalu mencak-mencak, suka seenaknya sendiri, manja, dan egois, kamu masih bersabar menghadapi aku. Masih meng-"iya"kan omongan aku. Sekarang kamu berubah menjadi lebih rapi dan bersih dalam berpenampilan. Coba kamu inget dulu pertama ketemu sama aku, penampilan kamu berantakan banget. Masa mau ketemu gebetan pake sendal jepit dan kaos buluk? Kamu mesti bersyukur ruk, meskipun penampilan kamu begitu aku masih mau kan sama kamu? Masih mau kan menerima kamu, ya meskipun suka aku bawelin untuk berubah :) hahahaha


Ada orang yang mengatakan cuma di drama film yang cowoknya bilang "Kamu kenapa? Aku ada salah ya sama kamu?". Pernyataan itu salah! Aku suka ketika kamu nanyain keadaan aku dan mengkaitkannya dengan perbuatan kamu. Yah meskipun sebenarnya aku lagi nggak kenapa-kenapa, tapi aku hargai usaha kamu untuk peduli menanyakan perasaan aku. Kamu orangnya setia. Setia nggak hanya nggak selingkuh dari cewek. Kamu masih mau setia dengan aku yang begini. Dengan segala keburukan aku, kamu masih setia dari aku, masih sayang sama aku. Disamping itu hal terpenting adalah kamu bisa menerima bagaimana aku dan bagaimana masa lalu aku. Nggak semua laki-laki bisa menerima aku apa adanya. Nggak semua orang bisa menerima keadaan aku yang begini. Nggak semua orang bisa bersabar dan menerima aku yang terkadang suka menggila. Aku bahagia bisa ketemu orang yang mau menerima aku seutuhnya.

Terima kasih sudah mau menunjukkan bahwa kamu serius dengan aku. Meskipun mama aku yang sifatnya begitu, tapi kamu masih mau berusaha untuk menjalin hubungan yang lebih sama aku. Terima kasih kamu sudah mau bekerja keras demi mewujudkan keinginan kamu untuk hidup sama aku. Aku percaya kamu, ruk. Aku percaya kamu tulus sama aku. Aku percaya kamu sayang sama aku nggak semata-mata siapa Bapakku dan berapa harta dari Bapakku. Aku percaya kamu disana sedang berjuang agar aku nggak hidup susah kedepannya. Aku percaya itu. Kamu bisa menjaga itu kan? Nggak masalah kok kita nggak ketemu berbulan-bulan bertahun-tahun asal kepercayaan aku nggak sia-sia. Kamu disana dan aku disini, yuk kita sama-sama menjaga kualitas hubungan ini:)

Terima kasih sudah mau menyayangi aku seutuhnya...

Friday, October 16, 2015

Curahan Hati Dina di Malam Hari

Selamat malam semua. Maaf udah lama sekali aku nggak posting blog. Sebenarnya ada banyak draft tapi nggak tau kenapa aku merasa tulisanku tersebut masih belum sempurna. Malam ini aku mau menulis tentang curahan hatiku. Hari ini aku sedih. Aku merasa pesimis dalam melangkah. Kenapa? Well aku sebenarnya tidak pandai berbasa-basi, jadi aku mau langsung ke inti dari apa yang aku rasakan.
 
Aku mendapati kalimat. Kalimat tersebut dalam sekejap mampu membuat aku jatuh dan hilang rasa percaya diri. Aku unik. Aku orangnya keras, tegas, berbicara lugas, dan cenderung sedikit kasar. Tapi, dia menganggap aku yang begitu tidak bisa diterima di perusahaan mana pun. Oh iya sebelumnya aku mau menyampaikan bahwa aku sudah 1 bulan menyandang gelar sarjana, jadi ini masa-masaku mencari pekerjaan. Oke, back to topic. Kenapa aku langsung minder? Hal ini disebabkan:
1. Semasa kuliah aku sering apply magang di fakultas sendiri. Aku apply 2 unit terapan di fakultas psikologi dan 2-2nya tidak ada satu pun yang menerima aku
2. Beberapa temanku kuliah sambi kerja. Mereka mudah sekali diterima magang oleh perusahaan-perusahaan, bahkan ada yang saking sibuknya kerja sampai-sampai kuliah pun sedikit terabaikan
3. Aku apply perusahaan ini itu dan nggak ada 1 pun aku mendapat panggilan
 
Mungkin sebagian orang ini adalah hal sepele dan "halah baru 1 bulan juga". Ketahuilah para pembaca, jujur dalam hatiku aku merupakan tipe orang yang tidak mau kalah, tidak mau tersaingi, dan tidak mau diremehkan. Melihat lingkungaku, teman-temanku yang demikian sebenarnya membuatku sedikit pesimis, tapi aku masih percaya sama diriku sendiri sebelum aku mendapat kalimat yang tidak mengenakan itu.
 
Apakah aku tidak bisa menjadi diri sendiri? Apa dunia industri, dunia wirausaha, atau dunia profesional lainnya tidak bisa menerima manusia macam aku ini? Lalu apa?
 
Oke baiklah. Tidak hanya itu. Selain sifatku, ternyata aku juga masih kurang rajin beribadah? Apakah semua karena faktor itu? Karena, seberusahanya aku, aku merasa masih kurang, masih unlucky, masih belum membuahkan hasil.
 
 
......
...
.
 
Ah.. aku harus mencari cahaya semangatku kembali.

Friday, May 15, 2015

Pengen jadi Youtuber

Good evening, everybody! Aku kali ini mau cerita. Yap, sesuai dengan judulnya aku mau cerita kalau aku pengen jadi youtuber. Bukan! Bukan karena youtuber Indonesia lagi happening. Bukan karena itu. Sebenernya sih lebih karena ya ini emang dari pengennya aku. Aku juga nggak mikir jadi youtuber itu gampang. Nggak dong. Harus konsisten, harus kreatif, harus bisa mempersuasi orang yang nonton, harus menarik, dan harus bisa menampilkan yang berbeda. Kalau mau biasa aja ya nggak bakal maju, bos.




Aku pengen jadi youtuber. Yaa mungkin udah bawaan dari kecil kali ya? Aku dari kecil doyan banget nampil di atas panggung. Ntah itu acara fashion show ataupun ikut kontes nyanyi. Aku inget banget dulu aku pernah minta memohon-mohon ke mama mau ikut 2 acara fashion show dan lomba nyanyi. Mama cuma ngasih izin 1 acara aja. Ya udah deh cuma ikut lomba nyanyi. Saking aku doyan nampil sampe di masukin kursus nyanyi, kursus modelling. Kakakku les piano,  aku juga pengen les piano. Hasil les pianoku dulu sampe 2 kali konser. Cuma abis gitu berhenti nggak diterusin gara-gara guru lesnya ganti sama guru yang galak. Hahaha... Yang masih lanjut sih nyanyi doang. Pengennya sih jadi model, apa daya punya badan kuntet ya udah deh. Hahaha

Selain ikut lomba ini itu, kursus ini itu, aku dulu doyan banget bikin komik. Yaa nggak kayak komik-komik Jepang yang gambarnya bagus dan ceritanya yang wow, tapi lebih komik ringan dan gambarnya juga simple (yah namanya juga anak SD).  Komik yang aku inget banget itu kalo nggak salah judulnya "Kue Mochi". Jadi ceritanya ada ikan duyung (aku gambarnya putri duyung) mereka laper terus pengen makan kue yang paling enak namanya kue mochi. Hahaha... Imaginatif banget ya waktu kecil dulu (gedenya kok malah gini?). Nggak tahu deh kemana semua buku komiknya. Kata mama sih sebagian ada yang mama buang sebagian ada yang disimpen. Ntar deh ya kalo ketemu bukunya aku scan terus aku tulis di blog (kalo inget).



Lanjut ke jaman waktu SMP, sekolah aku dulu tiap tahun selalu ada acara. Baik itu emang acara pensi maupun acara valentine. Aku selalu berkontribusi ikut acaranya. Lebih sering sih ikut lomba fashion show dan lipsing. Lomba lipsing itu selalu langganan 3 tahun juara 1. Lomba fashion sekali doang juara 1 nya. Nggak hanya itu, waktu SMP dulu aku mulai beralih dari komik. Aku mulai bikin cerpen. Biasa banget sih cerpennya. Saking sukanya nulis cerpen, dimana aja waktu luang aku nulis. Nggak tahu ntah idenya muncul dari mana. Lebih sering nulis sih cerpen tentang persahabatan. Ada masa dimana aku kesal dengan orang-orang yang mengolok-olok cerpen aku. Jadi waktu SMP dulu aku pernah nulis cerpan di atas kertas oretan ujian. Waktu ujian kelar masih panjang, bosen, jadi aku nulis deh di atas kertas oretan ujian yang setengahnya masih rada bersih. Aku disitu nulis cerpen tentang friendzone (belum ngetren tuh friendzone dulu), terus kelar ujian aku buang cerpen tadi. Beberapa hari kemudian anak-anak sekelas pada nyindir-nyindir apa isi dari cerpenku. Terus menghina apa isi dari cerpen aku. Aku inget banget dulu. Tapi emang dasarannya aku ini cuek, aku nggak peduli. Yang kayak mereka bisa aja bikin karya seperti ini.

Saking aku sukanya dengan dunia menulis, seni, dan entertain, aku pernah ngomong kalau aku pengen jadi aktris. Waktu SMP kelas 3 dulu ngomongnya gitu. Eh sekelas malah ngetawain. Aktris! Bukan artis yang ada di tv. Aku pengen jadi aktris teater. Nggak tau aku suka dengan akting. Ini rahasia ya, dari kecil dulu aku suka banget ngebayangin diri aku kalau aku ini adalah artis. Aku berlatih ngomong di depan cermin dan akting seolah-olah lagi dishoot kamera. Bahkan ya percaya nggak percaya, kecil dulu aku ngerasa punya temen khayalan-.- Saking apa ya? Saking liarnya imajinasi aku kali ya? Coba aja ya bakatnya itu diasah, udah jadi aktris beneran deh aku sekarang.

Berlanjut menuju SMA. Aku pindah SMA dari Padang ke Palembang. Aku mulai nggak menggeluti menulis cerpen, fashion show, ataupun nyanyi. Aku mulai mencoba menulis blog. Nggak cuma blog, banyak hal baru yang aku kerjakan. Jamannya aku kelas 1 SMA itu kayaknya aku udah kena syndrom generasi nunduk deh. Gimana nggak? SMA dulu aku suka nulis blog, ngepost foto di tumblr, jadi anak kaskuser, dan doyan nonton youtube. Menulis di blog nggak lama usianya. Nggak nyampe setahun nggak aku terusin lagi nulis blognya. Nggak tau deh blog aku dulu namanya apa. Selain segala hal yang berhubungan internet, aku mulai menggeluti marching band, teater, dan cheerleader. Hahaha! Well seneng banget sih ikut marching band, aku dulu jadi flyer (yang megang bendera dan senapan) dan itu amat sangat menyenangkan. Namun, marching band nggak aku terusin karena dilarang sama sekolah buat nampil.


Terus teater. Seru sih. Mana aku juga doyan akting kan? Keinginanku dari dulu. Pernah sekali ikut lomba drama teater. Aku berperan sebagai penjual iwak. Hahaha.. Tapi sayangnya cuma setahun doang sih karena di SMA aku dulu yang ambil ekskul teater sedikit banget.  Nah yang cheerleader ini hal yang baru banget. Dulu emang sih waktu TK dan SD sempet nampil tari daerah, tapi ini beda bro. Cheerleader itu setengah dance setengah gymnastic. Finally i found my passion! Olahraga dapet dance juga dapet. Dulu aku dapet posisi jadi flyer (itu yang kalau bikin piramid selalu bagian di atas). Meskipun cheerleader dulu aku selalu jatuh sampe di rontgen di rumah sakit, nggak bikin aku kapok.

Lulus SMA aku pindah kuliah di Surabaya dan dapet di psikologi UNAIR (yeay!). Sempet aku berniat mau lanjutin passion aku di team cheerleader Surabaya. Tapi apa daya... ada something yang nggak bisa aku lawan yang membuat aku terus mengubur keinginan aku yang emang senang mencoba hal baru. Oke cheerleader nggak dapet tapi aku diajak nge-dance sama temen-temen. Lumayanlah meskipun hanya dilingkungan kampus dan hanya untuk mengisi acara kampus. Menurutku itu udah lumayan banget.

Pelan-pelan menulis tumblr udah nggak begitu aku geluti, ikut urusan yang ada di kaskus juga apalagi nggak pernah. Nge-dance juga udah jarang banget. Lama-lama imajinasi aku, kreatifitas aku, keaktifan aku dulu lama-lama nggak muncul lagi. Makin males, otak makin oon, badan juga makin gembrot (sampe naik 12 kg nih badan). Dari 1.5 tahun yang lalu aku mulai menumbuhkan rasa bahwa aku ingin tampil kembali. Aku ingin mengeksiskan diriku sendiri. Aku mulai untuk menyanyi lagi. Aku mulai berani untuk ngeposting suaraku di soundcloud.com yang meskipun suaranya hancur lebur. Aku mulai menulis blog (terimakasih pada dosen humanistik pak Cholicul Hadi yang terus mendorong untuk menulis blog) hingga sampai saat ini. Aku berniat setelah lulus nanti ingin posting video aku menyanyi di youtube. Ya meskipun aku nggak bisa main musik, seenggaknya aku harus nyari orang untuk memainkan musik untukku. Aku mulai untuk berlatih menyanyi dengan serius.


Setelah lulus kuliah nanti, kepikiran untuk kerja selayaknya orang kerja kantoran sih iya. Tapi, aku lebih ingin berada di jalan yang berbeda. Aku ingin menghasilkan uang dengan cara yang berbeda. Aku ingin bergelut di bidang passionku. Aku nggak pengen ada yang ngelarang itu. Menulis di blog, nyanyi di youtube, buat vlog di youtube. Bahkan aku udah memikirkan bagaimana aku bisa dikenal di dunia. I have to speak English fluently. Aku harus bisa menjual. Aku harus bisa menjual diriku sendiri. Aku harus semangat untuk mengejar dan mencapai impianku.


danke

Thursday, January 22, 2015

Rezeki?? (percaya & yakin)



Tadi aku membahas sesuatu di Line bersama temenku, Andaru. Kami membahas tentang rezeki. Kita selalu mendengar nasehat "Jangan berbuat maksiat, nanti pintu rejeki ketutup". Terlintas dibenak aku, kenapa? Ada tuh yang selalu berbuat maksiat bahkan menyekutukan Allah tetapi rejekinya lebih baik daripada mereka yang selalu beribadah, tidak berbuat maksiat, pokoknya jalannya lurus-lurus aja. Aku mempertanyakan itu. Sempat terlintas untuk mempermasalahkan, tetapi aku yakin pasti ada jawabanya. Temanku hanya memberi jawaban "yakin dan percaya sama Allah". Menurut aku itu bukan jawaban yang mau aku dapat. Aku mau sesuatu yang jelas dan bisa dimasuk akal.

Hingga pada akhirnya masuk waktu sholat magrib. Di dalam doa seusai sholat aku berdoa seperti berdikusi dengan Allah, aku bertanya "Kenapa ya Allah? Maaf jika aku bertanya yang sepertinya tidak pantas tapi aku benar-benar ingin tahu jawabannya apa. Karena itu menjadi tanda tanya yang besar di otak aku". Terus terus dan terus memikirkan itu sambil bermain games.

Terlalu dipikir sampai sholat Isya pun masuk. Mandi lalu mengambil wudhu. Seusai ambil wudhu, ntah darimana aku tiba-tiba tahu jawabannya. Aku Tahu Jawabannya! Selama berinteraksi sama Allah aku merasakan kegembiraan atas jawaban yang aku dapat. Jawabannya itu adalah.....

Semua yang ada di dunia ini adalah sementara. "Ingat, Yi. Kamu selalu berdoa meminta sama Allah jauhkanlah dari fitnah dunia. Materi adalah fitnah dunia. Orang yang rejekinya berlimpah itu sudah terlena dengan fitnah dunia. Lagian, kamu yakin kan dengan hari di akhirat nanti? Kita di dunia lagi ujian, lagi menabung amal, bukan menabung materi. Percaya dan yakinlah dengan balasan yang Allah kasih kepada orang-orang yang terus mendekatkan diri kepada Allah, bukan terlena dengan duniawi."

Alhamdulillah. Menurutku itulah jawaban yang aku dapat secara tiba-tiba. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah.Ampuni aku jika aku terlupa akan kekuasaanmu, ya Allah:(

Tidak lama, temanku melihat tweetku dan ia pun menghubungiku via line untuk menjawab pertanyaanku yang membuat jawaban, pemahaman, dan keyakinanku semakin bertambah, Ini chat dari temenku....


gambar 1



gambar 2



gambar 3



gambar 4



gambar 5


gambar 6


Mungkin menurut kalian jawaban temenku terpaut jauh dari pertanyaanku tapi cobalah baca lagi. Justru kunci yang di dapat adalah Allah itu maha adil. Sesuatu yang terlihat baik di dunia belum tentu baik di akhirat. Ingat, jangan sampai terlena dengan dunia.

Jadi jawabannya apa, Dina? Jawabannya adalah percaya dan yakin sama Allah maha adil. Rejeki yang baik adalah rejeki yang dihasilkan oleh orang yang mau berusaha dengan cara yang halal, bukan dengan cara yang maksiat. Kaya di dunia miskin di akhirat emang mau? Mending cukup tapi perbuatan kita jauh dari maksiat daripada banyak tapi membutakan hati dan pikiran, bahkan sampai mendewakan uang. Nau'zubillah min zalik (kami berlindung dengan Allah dari perkara buruk tersebut menimpa kami)

Friday, December 5, 2014

Surat Untuk Mama dan Papa

Hari Kamis pada tanggal 4 Desember 2014, di kelas Psikologi Keluarga aku mendapati tugas yaitu menulis surat untuk orang tua. Apa pun yang ingin ditulis, tuliskan saja. Tugas tersebut dilakukan di dalam kelas selama pelajaran berlangsung. Aku bingung aku ingin menulis apa, namun pada akhirnya semua apa yang tidak aku pikirkan tertuang di dalam kertas putih buku catatanku. Iya memang, bukan apa yang aku pikirkan, tapi lebih apa yang aku rasakan. Berikut ini isi suratnya:

Assalamualaikum wr. wb.

Halo, ma. Halo, pa. Ayi disuruh bikin surat sama dosen Ayi, tapi Ayi bingung mau nulis apa. Ayi tulis apa yang ada di kepala Ayi aja ya. Papa gimana kabarnya? Kerjaan papa gimana? Masih sakit nggak kakinya? Papa kabarnya jadi kandidat D*** di Semen I** ya? Ayi doain semoga papa kepilih. Ayi nggak mau papa pensiun. Ayi mau papa terus bekerja dan terus bersinar dalam karirnya. Tapi, papa jangan stress-stress ya. Makannya yang sehat biar kakinya nggak bengkak lagi.

Kalo mama gimana? Masih sakit nggak lutut dan punggungnya? Mama jangan kebanyakan pikiran ya.. Nanti sakitnya nggak sembuh-sembuh dan nggak bisa masakin anak-anaknya makanan lagi, nanti nggak bisa temenin Ayi liburan kemana-mana lagi. Mama harus sembuh dan sehat biar bisa pergi jalan-jalan lagi sama Ayi, sama yang lain-lainnya juga.

Pa, Ma, maafin ayi ya yang suka kasar, bohongin, dan masih jarang sholat. Bersabar ya ngadepin Ayi yang emang bandel ini. Doain Ayi juga lulus sesuai target Ayi. Yang ingin Ayi persembahin buat mama dan papa adalah "SARJANA" dan "SUKSES"nya Ayi. Tanpa ada dukungan dan doa dari mama papa, Ayi nggak bisa apa-apa.

Udah ya ma, pa.. Segini aja dulu pesan surat dari Ayi.

walaikumsalam wr. wb




Sedih sih, Aku terharu selama nulis surat. Tapi, aku kelewat gengsi buat nangis di depan umum jadi aku tahan air mataku. Berusaha mengingat hal-hal lain agar nggak terbawa perasaan. Aku memang bukan orang yang melankolis. hehehe

Untuk menunjukkan rasa sayang kepada orang tua tidak perlu menunggu "Hari Ayah" "Hari Ibu" "Hari Valentine" kan? Setiap hari wajib kita tunjukkan rasa sayang kita ke mereka. Sebelum waktunya telah habis...
Powered by Blogger.